Selasa, 12 September 2017

biografi al-majriti

Profil Al-Majriti

  Image result for foto al majriti 

Al-Majriti adalah salah seorang Ilmuwan Muslim terkemuka. Nama asli beliau adalah Abul Qasim Maslamah Bin Ahmad Al-Majriti. Beliau dilahirkan di Madrid, Spanyol dan meninggal sekitar tahun 1007 atau 1008 Masehi. Menurut cendikiawan barat EJ Holmyard, Beliau merupakan ilmuwan Muslim Spayol yang cemerlang pada ke-Khilafah-an Khalifah Al-Hakam II. Tidak hanya satu bidang pengetahuan yang Beliau kuasai, Beliau merupakan seorang Kimiawan, Astronom, Matematikawan bahkan Ulama besar dari Andalusia (wilayah yang dikuasai Islam). Oleh karena itu Beliau menguasai bidang kimia, astronomi dan matematika.


Beliau merupakan ahli matematika terbaik menurut banyak sarjana. Beliau juga adalah seorang kepala ahli matematika dan astronomi. Namanya semakin terkenal karena keahliannya dalam ilmu bagi waris.


Beliau melakukan pengamatan astronomi dengan perhitungan matematika. Beliau juga mengenalkan tabel astronomi karya Al-Khawarizmi ke dunia barat (Kristen). Al-Majriti memiliki risalah yang berjudul Al-Mutamalat. Dalam kitabnya berbagai macam cabang pengetahuan, Beliau persembahkan seperti halnya penerapan matematika dalam penjualan dan pejaka, operasi geometri, aljabar dan ilmu hitung lainnya.


Salah satu Risalahnya dalam bidang astronomi sudah diterjemahkan kedalam bahasa Latin oleh Joan Hispalensis dan John dari Sevilla. Pada tahun 979 M beliau melakukan observasi astronomi yang kemudianBeliau merevisi tabel astronomi karya Al-Khawarizmi. Beliau juga meringkas risalah karya Al-Battani yang berjudul Ziij.

Pada paruh pertama abad XII, ada empat ilmuwan non-muslim yang sudah menerjemahkan berbagai risalah para Ilmuwan Muslim, termasuk kitab-kitab Ilmuwan Muslim revisi Al-Majriti, yaitu Adelarddari Bath, Hermann The Dalmatian, Robert dari Chester, dan Plato dari Tivolli.


Beliau juga menorehkan prestasi dalam bidang Kimia. Dua risalah kimia yang berjudul Rutbat Al-Hakim dan Ghayat Al-Hakim. Beliau menulis Kitab Rutbat Al-Hakim selama tiga tahun lamanya dari 1047 - 1050 Masehi. Beliau meletakkan merkuri di dalam sebuah kaca berbentuk telur. Ia meletakkan wadah itu ke dalam panci dan memanaskannya dengan nyala api kecil setelah empat puluh hari lamanya. Merkuri itu brubah menjadi bubuk merah halus dan beratnya tidak berubah. Beliau dikenal sebagai orang pertama yang membuktikan prinsip kekekalan massa yang terdapat dalam Rutbat. Jauh sebelum Ilmuwan Non-Muslim yang bernama Lavoisier dari Prancis yang dianggap sebagai penemu prinsip kekekalan massa.


Al-Majriti juga membangun sebuah lembaga pendidikan yang dimana memfokuskan pada bidang astronomi dan matematika. Di dalamnya terdapat banyak murid yang sangat berbakat mendalami bidang matematika dan astronomi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar